Pindah rumah ^^
December 18th, 2011Not to forget, tapi cuma buat perbaikan ^^
Saya akhirnya berpindah rumah ke alamat elsadays.wordpress.com … berharap di rumah yang baru lebih bisa bereksplorasi * hahahahaa halah gaya ^^
Not to forget, tapi cuma buat perbaikan ^^
Saya akhirnya berpindah rumah ke alamat elsadays.wordpress.com … berharap di rumah yang baru lebih bisa bereksplorasi * hahahahaa halah gaya ^^
Teman, ada yang bilang hidup itu berawal dari “B” dan berakhir di “D” …
B (Birth) … Lahir
D (Death) … Meninggal
Namun jangan lupakan, antara kedua huruf tersebut masih ada huruf lain yakni “C”
Hidup selalu menawarkan pilihan!
Tersenyum atau marah
Memaafkan atau membalas
Mencintai atau membenci
Bersyukur atau mengeluhBerharap atau putus asa
Tidak ada pilihan yang tanpa konsekuensi, namun Allah selalu memberi yang terbaik ..
RENCANA kita boleh indah, tapi rencana Allah lah yang TERINDAH… Hidup kita mungkin baik-baik saja, tapi hidup BERSAMA-Nya lebih SEMPURNA …
Pekerjaan kita mungkin MENJANJIKAN, tapi BERKAH-Nya lah yang menjadikan kaya…
Kekuatan tangan kita mungkin sanggup membawa kita menjadi orang HEBAT, tapi hanya bersama Allah kita menjadi orang yang LUAR BIASA… Sebab Allah bukan hanya mencukupi apa yang kita perlukan, tapi ia memberi dengan BERKELIMPAHAN….
* Jangan lupa selalu mensyukuri apapun yang sudah kita peroleh ![]()
Sebuah topik yang sangat menarik bagi saya, ketika mulai bercerita dan membahas tentang kehidupan sosok manusia satu ini. Seorang pria yang lembut (* menurut penilaian saya dari beberapa cerita tentunya) …. coba aja googling beberapa cerita versi istri beliau. Namun disisi lain, dia juga seorang laki-laki yang tegas, teramat tegas malah … salah satu buktinya dapat kita baca pada artikel yang saya peroleh dari
http://archive.kaskus.us/thread/5452585 .
Kisah ini dimulai dengan adegan berikut.
Bung
Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu.
Kali ini Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu.
Baru saja beberapa hari yang lalu aku upload berita tentang meninggalnya seorang (baca :Akhir Kisah Si Penggila Musik) trus Jumat kemarin dapat kabar kalau si oom meninggal di Aceh, tiba-tiba pagi in mendapat kabar salah seorang debitur team ku meninggal …
Ya Allah, dalam 2 bulan ini, rasanya hampir tiap minggu aku menerima berita kematian tentang orang-orang yang aku kenal.
Rata-rata yang meninggal menemui ajalnya tanpa sakit lama. Si oom misalnya, pergi ke pasar, trus kesandung, jatuh, di bawa ke Rumas Sakit, dan meninggal. Kalau Debitur team ku ini, meninggal tiba-tiba karena serangan jantung.
Ya Allah, apakah semua ini pertanda dari-Mu? Tanda-tanda kiamat sudah semakin dekat …. Ya Allah
Judulnya memang serem sih, tapi itu memang kenyataan…
Ceritanya tadi malam tiba-tiba ada yang mengetuk, dan saat itu jarum jam sudah angka 10 lebih. Lebih tepatnya bukan mengetuk pintu, tapi menyahut dengan panggilan “kak”. Aku yang saat itu sedang di kamar mandi, spontan menjawab. Kepikirannya yang memanggil adalah Rika.
Namun ternyata itu adalah panggilan dari tamu tak diundang.
Tamu itu adalah tetanggaku. Maaf, tetangga ini agak mengalami keterbelakangan mental. Itu merupakan kedatangan beliau untuk pertama kalinya ke rumah. Jujur saja, kalau tidak ada Rika di rumah, saya sudah mati ketakutan.
Kedatangan si tamu malam itu ternyata untuk meminjam uang Rp 4.000. Pleggg…
Si tamu bilang, dia membutuhkan uang untuk membeli telur karena anaknya belum makan. blezzzz…. maaf aku tetangga ku.
Dengan banyak pertimbangan dan perdebatan kecil dengan Rika, akhirnya kami menyerahkan uang Rp. 2.000 …. maafkan saya
Sebenernya disini bukan persoalan masalah uanganya yang membuat aku harus berdebat dengan Rika, namun terkait dengan maraknya kejahatan saat ini.
Jujur saja, saya takut dengan semua berita kejahatan yang saya dengar terjadi di daerah ini. Saya takut kalau-kalau ketika nanti pintu dibuka, si tetangga yang bermaksud jahat tiba-tiba menerobos masuk dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih karena saya cuma berdua di rumah dengan adek, dan kondisi malam itu sangat sunyi.
Kalau kami menolak untuk memberikan uang, saya pun takut kalau-kalau permintaan dia itu benar adanya, dan bisa jadi karena kami menolak permintaanya, beliaunya malah jadi dendam. * efek terlalu paranoid …
Andai boleh dikutuk, rasanya saya ingin mengutuk orang-rang yang suka melakukan tindakan kejahatan itu. Tindakan mereka membuat orang-orang yang betul-betul sedang membutuhkan pertolongan, menjadi tidak bisa ditolong. Rasa paranoid saya mengalahkan belas kasihan saya.
Maafkan hamba ya Allah ….
Sebuah pembicaraan menarik di waktu jam maksi, tepatnya kira2 hari Selasa di awal bulan November ini. Aku, Andi, Bayu, Nunug, dan Septa maksi bareng di Ayam Penyet Ria yang di Jalan Pengadilan.
Inti obrolan kita tu, tentang topik sharing pagi di kantor masing2.
Kalau di tempat aku, kita sharing tiap pagi tentang berita umum dan berita ekonomi. Nah kalau di tempat Andi, katanya sekali seminggu apa sekali sebulan gitu ya, ada acara sharing tentang pribadi masing-masing.
Hmmm, menurut aku ini bagus … memberi sedikit gambaran pada orang lain tentang kita.
Next, jadi pengen bercerita tentang aku … *narsis hahhahaha
Bingung juga mau mulai dari mana ya nyeritaain tentang aku pribadi.
Hahahaha, okee tentang Saya
Secara garis besar, Saya orangnya pemalu-maluin, gemar menabung karena terpaksa, dan yang paling jelas saya orangnya baik hati, ringan tangan, suka membantu, senang memberi senyum , dll * tipuan :p
Cerita tentang pemalu, itu benar :D maklum dulu anak pingitan banget. Punya orang tua yang super duper protektif. Seingat aku, sampai aku tamat SMA belum pernah yang namanya aku ikut di kegiatan berbuka bareng di bulan puasa sama teman-teman satu kelas. Alasanya : papa saya tidak mengizinkan.
Introfer, terutama untuk hal-hal yang berbau feeling … oowww, sumpah saya sangat tertutup untuk hal ini dulunya. Maklum, efek jadi anak pingit dan kata sebagian orang juga karena efek saya berada di bawah naungan bintang Taurus… ohoohoho,, ntah benar nhat enggak tapi kata orang pemilik bintang Taurus biasanya Introfer. Benarkah?
Keras kepala dulunya. Titik ekstrim keras kepala itu terjadi waktu aku duduk di SMA. Hampir semua pendapat orang, selalu saja aku berikan jawaban balik. Hehehhe, tiba-tiba waktu itu aku menjadi anak bandel. Nah pelan-pelan baru mulai berubah ketika aku masuk dunia kuliah dan terlebih karena aku kuliah di Yogyakarta… daerah yang konon kabarnya terkenal dengan lemah lembut nya. Arrrggghh,,, akhirnya saya terbiasa dengan kata-kata “yo wes”..
Trus apa lagi ya?? Ntar lagi ajalah disambung … lagi malas nulis ^_^
Hari Sabtu dan Minggu kemarin, Aku dan Fitri berkesempatan menghadiri Silaturahmi Akbar marga Silalahi. Acara ini di pusatkan di Tao Silalahi. Buat aku, ini adalah yang kedua kalinya kesini. Namun bagi si “gila” Fitri itu, ini kali pertama dia kesini ….
Acara ini menghadirkan orang-orang Silalahi dari seluruh penjuru dunia. Salut buat kekompakan mereka.
Berikut beberapa foto selama di lokasi. * Sebenernya ada videonya sih, tp kok g bisa di upload ya … sedih
Tak bisa ditebak kapan ajal setiap makhluk hidup akan datang. Baru kemarin teman ku Ipan meninggal karena tabrak lari. Siapa yang menyangka kalau keberangkatannya pagi itu adalah keberangkatan terakhir.
Pagi ini, 23 November 2011, di halaman depan Harian Kompas, tercantum judul Akhir Kisah Si Penggila Musik.
Dari judulnya sudah bisa ditebak kalau itu adalah berita duka cita. Membaca kata-kata “musik” aku langsung menyodorkan koran itu ke Bayu. Awalnya ku pikir itu berita kematian seorang musisi di atas panggung. TST aja, musisi sering diidentikkan dengan minuman berat , jadi aku kirain itu musisi meninggal karena OD.
Setelah aku baca satu paragraf, baru aku sadari ternyata Almarhum adalah salah seorang korban sewaktu berdesak-desakan mau menontn final sepak bola Sea Games XXVI.
Innalilali wa inna ilaihi rojiun… semuanya kembali kepada Allah.
Sebenarnya bukan masalah meninggal ini yang menggelitik aku. Itu sudah hal biasa. Tiap jam bahkan detik aku rasa, ada manusia yang meninggal di dunia ini.
Yang cukup menggelitik itu adalah kaitan antara judul dengan isi berita. Almarhum seorang pecinta musik rock, dan selam ini selalu bergelut dengan pernak pernik musik. Dia tidak terlalu tertarik dengan kehidupan olah raga. Namun karena itu adalah pertandingan final Indonesia -Malaysia, dia berniat untuk menonton.
Who knows?
Seorang penggila musik meninggal di lapangan sepak bola.
Semoga ini semua menyadarkan kita teman-teman … Kalau Allah sudah berkehendak, dimana pun, kapan pun, dan dalam keadaan apapun, ajal itu bisa datang. Semoga kita dalam keadaan “siap” sewaktu panggilan dadakan itu datang … amin
Semoga kita menghadap Allah SWT dalam keadaan Khusnul Khotimah …
Minggu-minggu terakhir ini ceritanya banyak yang pengen aku tulis. Hasrat pengen ngeblog mbludag-bludag banget …. Tapi sayang, alasan klise “gak punya waktu“, sok sibuk, selalu menghalangi niat menulis … Kadang-kadang, saking pengennya nulis di kantor saya jadi sering nyuri-nyuri waktu, tapi selalu berakhir kegagalan karena kepergok si “Babe” … … * maafkan saya Pak Bos
Sebuah inspirasi, kesadaran diri, atau entah apalah namanya … tiba-tiba hadir dipikiran saya belakangan ini.
Allah itu memang Maha Pemberi Petunjuk dan Penyayang ya… Ada-ada aja cara Dia membimbing kita.
Dari awal sebenernya ortu udah nyaranin buat bawa kendaraan sendiri ke kantor. Dulu awal-awalnya aku nolak karena belum mengenal daerah ini … Lama kelamaan saya jadi terbiasa dan malah sedikit “candu” dengan kehidupan di angkot dan bentor.
Why?
Pagi-pagi berangkat kantor, pasti saya antri menunggu angkot barengan dengan adek-adek yang mau berangkat sekolah. Dan sesaat saya merasa menjadi manusia yang masih muda … hahahaha.
Trus selama diangkot yang isinya adek-adek sekolahan itu, saya keseringan teringat masa-masa sekolah dulu. Apalagi waktu ngeliat catatan-catatan dan copyan mereka *Adek-adek itu kalau di angkot mereka memanfaatkan waktu buat baca-baca loh .. hebat kan mereka
Senang rasanya melihat orang belajar dan iri karena saya tidak berada dimasa-masa itu lagi.
Pantesen dulu waktu saya masih sekolah, sering banget yang ngasih tau kalau masa-masa menjadi anak sekolahan merupakan masa yang menyenangkan.
Ya Allah,, aku ingin kembali merasakan masa-masa itu namun mungkin dengan cara lain ..
Mungkin ini salah satu cara Allah juga ya buat menjaga niat ku meneruskan sekolah. Kalau gak karena keseringan berhadapan dengan adek-adek ini, mungkin aku udah lupa dengan cita-cita ku … Habis gmn tetep mau semangat belajar, kalau tiap hari selalu berangkat pagi dan pulang malam. Di kantor juga jarang hampir tidak ada teman diskusi buat ngomongin rencana-rencana gila tentang masa depan.